| Kamu |
Pukul lima lewat lima belas sore.
Aku masih disini,
di sebuah kedai kopi langgananku di daerah jakarta.
Aku sudah disini sejak pukul delapan pagi.
Entah apa yang membuatku betah berdiam disini sampai berjam-jam. Aku sudah
menghabiskan tiga cangkir kopi, mengkin lebih.
Koh teng menghampiriku. Ia adalah pemilik kedai ini.
Koh teng membawa bakwan untuk ku. Dia meletakkan bakwan itu di meja, kemudian
ia pergi dengan tersenyum. Ia sangat tahu kalau aku ada masalah. Ia memberikan
ini dengan percuma.
Aku mengangguk dan mengucapkan terima
kasih.
Ku pandangi langit senja itu di balik kaca.
Senja yang amat aku sukai, akan menghilang dalam
sekejap mata.
Dan hari esok adalah ketakutanku.
No comments:
Post a Comment